Minggu, 14 Desember 2008

Lagi-lagi Prudential !

Selasa, 09-09-2008 11:03:19 oleh: Yasinta Sulistyowati
Kanal: Opini

Sebenarnya saya ga punya polis di Prudential, tapi saya pernah bekerja di salah satu agency yang memegang brand Prudential. Menurut saya tertipu atau tidak dalam membeli sebuah polis asuransi tergantung dari jeli atau tidaknya kita dalam melihat dan mengerti tentang manfaat-manfaat dari produk yang ditawarkan.

Saya bukan seorang agen asuransi, tetapi saya sebagai seorang sekretaris yang menangani mulai dari pengiriman SPAJ sampai dengan klaim-klaim dari nasabah.

Memang ada beberapa agen yang tidak benar-benar menerangkan tentang produk yang ditawarkannya dan terkesan hanya sekedar memberitahukan tentang kebaikan-kebaikan asuransi tersebut tanpa menerangkan tentang hal-hal apa yang bisa menyebabkan suatu klaim ditolak oleh perusahaan asuransi tersebut.

Tetapi sepengetahuan saya, setiap ada klaim, agency yang mempunyai nasabah (terutama agency di tempat saya bekerja) benar-benar mengusahakan supaya klaim dari nasabah tersebut benar-benar diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahkan terkadang kita sebagai sekretaris yang menangani klaim tersebut harus dengan bersusah payah beradu argumentasi dengan OSC dari Prudential sendiri. Bahkan tidak jarang kita sampai marah-marah, beradu argumentasi dengan sengit untuk memperjuangkan agar klaim tersebut disetujui dengan mengemukakan berbagai alasan yang masuk akal dan bisa diterima.

Terkadang nasabah tidak mau tahu dengan segala perjuangan yang telah dilakukan agar klaimnya disetujui. Yang mereka tahu hanyalah: kenapa klaim saya lama sekali tidak segera diproses, kenapa klaim saya tidak disetujui, dsb...dsb.

Saya bukan ingin membela Prudential, tetapi saya mencoba untuk menceritakan sedikit pengalaman saya tentang asuransi tersebut karena menurut saya asalkan agency mau benar-benar memperjuangkan klaim tersebut maka tidak tertutup kemungkinan bahwa klaim akan disetujui walaupun dengan waktu yang agak lama.

Jadi tergantung dari agen asuransi dan agency dimana nasabah tersebut tergabung. Soalnya banyak juga klaim yang dari Prudential sudah ditolak, tetapi karena kami bisa mengajukan beberapa alasan yang masuk akal, maka akhirnya klaim tersebut juga disetujui.

Yang perlu diingat adalah: pengambil keputusan di Prudential bukan mesin yang tidak bisa dinego, tetapi sesama manusia yang bisa diubah keputusannya dengan cara-cara tertentu. Jadi pintar-pintarnya agency untuk bernegoisasi dengan para pengambil keputusan di Prudential.

Ada beberapa tips dari saya agar Wikimuers tidak tertipu dengan produk yang ditawarkan:

1. Cari agent asuransi dari agency yang dapat dipercaya.

2. Tanyakan secara detail tentang manfaat-manfaat yang diberikan dan dalam kondisi bagaimana klaim tidak disetujui.

3. Jangan memberikan keterangan yang tidak benar dalam pengisian SPAJ supaya hal tersebut tidak menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri pada saat mengajukan klaim.

4. Pikirkan benar-benar apakah anda membutuhkan asuransi yang akan anda beli atau tidak.

5. Sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Semoga pengalaman saya ini bisa memberikan sedikit membantu Wikimuers sekalian.

Trims


8 komentar pada warta ini
Selasa, 09-09-2008 13:57:33 oleh: Dodi

bagaimana pendapat anda dengan kasus yang menimpa LTP,Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance ( 2 )
Ths


Selasa, 09-09-2008 16:39:29 oleh: Cokro

1. Cari agent asuransi dari agency yang dapat dipercaya.

bagaimana cara mengetahui agent dari agency dan perusahaan asuransi yang dapat dipercayai?
karena kekecewaan itu datangnya belakangan.

2. Bagaimana cara mengetahui bahwa semua kondisi-kondisi yang dapat mengakibatkan gagal klaim sudah diberikan/jelaskan semua?

3. apa menurut anda, yang tidak paham benar mengenai SPAJ asuransi sebaiknya tidak perlu membeli?
Daripada tidak dijelaskan, dikarenakan tidak mengetahui dan tidak bertanya.

3. menurut anda, yang tertera dibawah ini bagaimana ? :

http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8332

Senin, 01-09-2008 22:09:31 oleh: Lidia

saya seorang ibu yang memiliki polis pru untuk anak saya sejak anak tsb berusia 8 bulan.Dia kemudian diketahui mengidap kelainan mata high myopi pada usia 3 tahun dengan minus mata 8 di masing2 matanya.. tidak ada jalan lain untuk mengurangi minus matanya itu selain operasi lasik minimal di umur 17 tahun.mohon tanggapannya, apakah operasi lasik itu bisa di cover mengingat anak saya tersebut masuk asuransinya jauh hari sebelum diketahui bahwa dia mengidap high myopi.

maaf, bukannya tidak mau berusaha mencari tahu sendiri.. tapi pasal2 didalam polis tersebut, menurut saya kata2nya sungguh rumit dan sukar untuk dicerna oleh orang awam seperti saya yang hanya S-1..
Kenapa setiap ada kata2 kedokteran tidak dijelaskan secara detail? Jadi (maaf) apakah tidak berkesan menyesatkan?


Rabu, 10-09-2008 03:46:58 oleh: Lie Tjie Pouw

1. kriteria agen / agency yang bisa dipercaya, sudah ditanyakan oleh Cokro. nasabah harus waspada, teliti. setuju sekali, tapi harus seberapa teliti dan seberapa waspada? mungkin jawaban / solusi yang paling ideal adalah dengan tidak masuk asuransi sama sekali.

2. tanyakan semua detail, setuju. termasuk dari ketelitian dan kewaspadaan kita sebagai calon nasabah di point no 1. tapi bagaimana dengan kewajiban dari pihak perusahaan asuransinya sendiri? yaitu MENJELASKAN DENGAN DETAIL apakah ditanya atau tidak? tidak pernah saya membaca ada komentator dari kubu Prudential yang berpendapat bahwa PA HARUS menjelaskan semua detail-detail apakah si calon nasabah bertanya atau tidak. semuanya tergantung dari calon nasabah, kalau tidak bertanya, ya tidak akan dijelaskan, gampang saja. nanti kalau nasabah merasa dirugikan karena merasa tidak pernah mendapat penjelasan untuk hal-hal tertentu, maka sekali lagi "salah sendiri kenapa tidak bertanya sampai detail?". lalu memang seberapa detail calon nasabah harus bertanya? tidak pernah ada komentator yang pernah menjawab.
kesimpulan saya dari point ini adalah, memang ada maksud untuk TIDAK MENCERITAKAN SEMUA FAKTA dari pihak PA, supaya produk-produk yang ditawarkan, terdengar lebih menarik daripada kalau SEMUA fakta dijelaskan sedetail-detailnya, bagaimana? ada yang berani berargumentasi mengenai hal ini?

3. Harus jujur, betul, kalau tidak jujur dimana-mana juga akan sial sendiri, tidak perlu diperdebatkan. tapi bagaimana kalau tidak ada yang bermaksud tidak jujur? berhubung calon nasabah dan agen adalah orang-orang awam dalam bidang kedokteran, maka tetap ada kemungkinan salah persepsi mengenai kondisi kesehatan si calon nasabah. tidak ada yang bermaksud tidak jujur, kalau kesalahan tersebut terjadi, siapa yang harus menanggung kerugiannya?

--bersambung--


Rabu, 10-09-2008 03:47:35 oleh: Lie Tjie Pouw

--Lanjutan--

dari bagian ini:
"...asalkan agency mau benar-benar memperjuangkan klaim tersebut maka tidak tertutup kemungkinan bahwa klaim akan disetujui walaupun dengan waktu yang agak lama.

Jadi tergantung dari agen asuransi dan agency dimana nasabah tersebut tergabung. Soalnya banyak juga klaim yang dari Prudential sudah ditolak, tetapi karena kami bisa mengajukan beberapa alasan yang masuk akal, maka akhirnya klaim tersebut juga disetujui."

saya menarik kesimpulan, bahwa benar kita tidak bisa mengharap banyak dari Prudential itu sendiri, jadi klaim dibayar atau tidak itu tergantung dari agen atau agencynya. nah, pertanyaannya, kalau saya membeli polis Prudential, apakah sebenarnya saya membeli jaminan dari Prudential atau dari si "mamat agen Prudential dari agency ABC"?
bukankah aturan main dalam hal pengajuan klaim itu seharusnya cuma mengacu kepada apa yang tertera si polis? kenapa sekarang seakan-akan ada faktor X yang jauh lebih menentukan keberhasilan dalam hal pengajuan klaim? makin tidak jelas saja bisnis asuransi Prudential.

"Yang perlu diingat adalah: pengambil keputusan di Prudential bukan mesin yang tidak bisa dinego, tetapi sesama manusia yang bisa diubah keputusannya dengan cara-cara tertentu. Jadi pintar-pintarnya agency untuk bernegoisasi dengan para pengambil keputusan di Prudential."

sekali lagi menegaskan, sebenarnya Prudential adalah pihak yang berusaha sekuat tenaga menolak klaim, sedangkan agency adalah pihak yang berusaha untuk meloloskan klaim. jadi semua tergantung pada agennya?

pertanyaan: kalau agennya pindah ke PA lain, nasabahnya juga seharusnya ikut agennya pindah asuransi donk ya?

salam
tjie pouw


Rabu, 10-09-2008 08:58:45 oleh: Yasinta Sulistyowati

Maaf Pak Lie Tjie Pouw, sebenarnya saya menceritakan hal-hal tersebut berdasarkan pengalaman saya selama bekerja di perusahaan asuransi. Mungkin memang pengalaman saya bekerja tidak terlalu banyak. Tetapi selama saya bekerja, agency saya memang benar-benar memperjuangkan klaim-klaim nasabah yang diajukan. Dan memang benar ada beberapa agent yang terkesan menutupi beberapa hal dan hanya menerangkan hal-hal yang baik-baik saja untuk mendapatkan nasabah.
Tetapi tidak sedikit pula agent yang benar-benar menerangkan dengan jelas dan detail tentang produk yang ditawarkan.
Selama ini yang banyak mengajukan protes adalah masalah tentang adanya beberapa penyakit yang pengobatannya tidak di-cover karena menurut Pru penyakit tersebut sudah ada sebelum nasabah membeli polis Pru.
Saya bukan membela Prudential, karena saat ini saya juga sudah tidak tergabung di Pru lagi. Tetapi sepengetahuan saya, Pru tidak akan menerima pengajuan SPAJ apabila suatu penyakit yang diderita nasabah sudah tercantum dalam pengecualian klaim. Sebelum pengajuan dikirimpun nasabah pasti sudah melakukan check kesehatan di lab yang ditunjuk Pru.
Ada juga nasabah yang melakukan kebohongan dengan tidak menyebutkan penyakit yang diderita pada SPAJ dan pada saat klaim ditolak mereka protes.
Memang Pru pun adalah suatu bisnis, tetapi selama saya bekerja hanya sedikit sekali klaim yang kami ajukan ditolak oleh PRu dan hal tersebut memang karena penyakit yang mereka derita sudah tercantum dalam pengecualian PRu.
Sebenarnya persetujuan klaim bukan tergantung dari agency, tetapi paling tidak agency selalu memperjuangkan klaim yang diajukan untuk dapat disetujui.
Pengambil keputusan di Pru juga manusia yang bisa salah dan apabila mereka diberikan masukan yang benar, mereka juga mau memperbaiki kesalahan tersebut




Rabu, 08-10-2008 14:15:31 oleh: dewie

Daripada ribut soal klaim asuransi yg ditolak, mendingan yg sdh terlanjur beli polis dari asuransi mana saja segeralah dilapse ato dibatalkan saja. Yg blm punya polis asuransi (baik jiwa ato umum) saya ucapkan selamat anda tidak terjebak dlm permasalahan asuransi yg pelik terutama soal klaim. Intinya kita tidak percaya terhadap yg namanya ASURANSI..!! mari kita secara sadar ambil resiko sepenuhnya dari kehidupan ini, dgn tidak usah mengalihkan resiko kehidupan kita ke asuransi. Percuma saja bukan? toh kalo ada apa2 susah klaimnya. Jd buat apa ikut? Klo terjadi apa2 terhadap diri kita ato keluarga kita anggap saja itu suatu takdir. Kita ga perlu memikirkan bagaimana nasib anak2 kita yg masih kecil2 ini jika tiba2 terjadi sesuatu thdp orang tuanya..bagaimana kehidupan mrk selanjutnya, sekolah mereka, dsb. sekali lg anggap sj TAKDIR. Kita hrs berani ambil resiko kehidupan yg memang penuh dengan resiko ini. Ya Tuhan, apa? koh Liem meninggal kecelakaan? kapan? loh semalem baru ngobrol ketawa2 bersama di rumah saya?? sekali lg TAKDIR, dan hal itu bs sj menimpa siapa saja. Ya, resiko kehidupan. Dan kita tidak perlu merasa kasihan dan iba melihat anak2 koh Liem yg masih kecil2 dgn kondisi istrinya sedang hamil dan tidak bekerja. Kenapa? toh percuma ikut asuransi? ga perlu, buang2 uang saja. Untuk itu, marilah kita hadapi secara sadar dan dengan sikap yg benar2 berani dalam menghadapi segala resiko di kehidupan ini yg datangnya sama sekali tidak disangka sangka. Sakit bisa datang kapan saja, mati bisa datang kapan saja juga. Soal keluarga yg ditinggal itu urusan yg masih hidup dong...akan jd senang ato susah hidup mereka sepeninggal kita, bodo amat kan? toh mau gmn lagi cara utk mengalihkan resiko kehidupan kita jk hal diatas terjadi agar kehidupan keluarga yg ditinggalkan msh terjamin dgn uang pertanggungan selain di asuransi? padahal asuransi brengsek semua, ya kan? Ada yg tau caranya? tolong sy dikasih tau. AIG, Manulife, Sequis, Sinar Mas dll brengsek semua..!! FU..!!



Kamis, 09-10-2008 12:43:16 oleh: Sakti

@ dewie
(amit-amit ya...)Emangnya kalo saya meninggal situ mau kasih makan istri & anak2 saya ? Mau nyekolahin mereka sampai jenjang tertinggi ? Mau bayarin biaya rumah sakit kalo mereka sakit ? Kalo mau kita bikin hitam diatas putih deh...+ meterai ya...hehehe

Takdir bukan urusan manusia, tapi manusia wajib berusaha memberikan yang terbaik buat orang2 yang mereka cintai walaupun sudah dipisahkan maut sekalipun...kita pasti mati cuma masalahnya kita gak tau kapan...life is so simple...


Sabtu, 22-11-2008 08:58:50 oleh: bambang dwipayana

Perusahaan asuransi pada dasarnya adalah usaha sosial. Perusahaan asuransi yang baik adalah perusahaan asuransi yang mempunyai falsafah bahwa pesertanya adalah juga "pemilik" perusahaan tersebut (peserta sebagai anggota perusahaan). Setiap keuntungan dan kerugian yang terjadi pada perusahaan tersebut merupakan hak anggota. Mencari keuntungan adalah wajar, agar perusahaan tersebut tetap berdiri, dan anggota tetap terlindungi. Setiap anggota perusahaan tersebut juga mempunyai hak atas keuntungan itu.
Yang terjadi saat ini adalah perusahaan asuransi memungut iuran anggotanya tetapi tidak memenuhi kewajibannya. Keuntungan yang didapat hanya semata untuk kepentingan pengurus dan pemilik modal semata. Coba perhatikan, bila kita sedang dibujuk oleh agen untuk menjadi peserta....selalu dilaporkan bahwa perusahaan tersebut sehat dan punya aset dan keuntungan yang luar biasa...!!!!! Pertanyaannya...keuntungan dan aset yang besar tersebut untuk siapa???? Untuk anggota???? Menurut saya tidak. Semua keuntungan itu hanya digunakan oleh segelintir pengurus dan pemilik modal yang serakah untuk memenuhi nafsu mereka menikmati kenikmatan duniawi semata..!!!

Sumber: http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=10445

1 komentar:

  1. Hubungi saya untuk konsultasi terkait produk-produk Prudential beserta syarat dan ketentuannya.

    Jgn sungkan-sungkan utk menghubungi saya.
    Djap Edi Santoso
    081315927555 / 02198637942 / 25D38411
    Blog saya : http://polisprudential.blogspot.com

    BalasHapus